CV Calon Fungsionaris BEM FEB

Hallo Civitas Ekonomi!

 

Berikut merupakan Curiculum Vitae yang diperuntukan bagi Calon Fungsionaris BEM FEB Unud yang akan mengikuti wawancara pada,

 

Tanggal : Jumat, 25 November – Sabtu, 26 November 2016

 

Silahkan download form di bawah :

68498_curriculum-vitae-calon-fungsionaris-11

 

Selanjutnya :

  1. Harap mengkonfirmasi SMS
  2. Mohon membawa 3 Curiculum Vitae yang telah di print pada saat wawancara
  3. Curiculum Vitae sudah diketik / ditulis dan dicantumkan foto berukuran 3×4
  4. Menggunakan pakaian perkuliahan rapi

 

Informasi selanjutnya akan diinformasikan melalui SMS.

 

Terimakasih

1479456058613

HADAPI MEA DENGAN PERBAIKAN SISTEM PENDIDIKAN

waktu yang berdetik tidak akan pernah berhenti, apalagi kembali pada mereka yang hanya berdiam diri

Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di

Bangkok – Thailand, melalui Deklarasi ASEAN (Deklarasi Bangkok) oleh Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand (ASEAn Founding Fathers). ASEAN merupakan sebuah wadah bagi negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara dalam membentuk kerjasama secara regional dalam berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, budaya, keamanan dan lain sebagainya. Saat ini, ASEAN sudah memiliki 10 negara anggota yaitu 5 negara pendiri tersebut diatas serta Brunei Darussalam, Vietnam, Myanmar, Laos dan Kamboja. Pada tanggal 20 November 2007 di Singapura disepakati Piagam ASEAN yang mengubah forum kerjasama ini menjadi organisasi yang berbadan hukum.

Salah satu bentuk kerjasama yang dilaksanakan oleh ASEAN adalah kerjasama di bidang ekonomi. Sejalan dengan itu, perhatian difokuskan pada proses integrasi ekonomi menuju ASEAN Economic Community (AEC) 2015 dengan berpeoman kepada Cetak

Biru/AEC Blueprint yang disusun tahun 2007.

Indonesia telah berada pada era ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Namun demikian, MEA 2015 bukan merupakan hal yang baru, melainkan suatu proses panjang sejak terbentuknya PTA tahun 1997. MEA 2015 adalah berwujudan integrasi ekonomi di kawasan ASEAN yang dinamis dan kompetitif dimana kesenjangan ekonomi antar negara semakin diperkecil.

Perwujudan MEA 2015 disangga oleh 4 pilar yaitu: (i) ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi, (ii) ASEAN sebagai kawasan dengan daya saing ekonomi tinggi, (iii) ASEAN sebagai kawasan pengembangan ekonomi merata dan berimbang, dan (iv) ASEAN sebagai kawasan yang terintegrasi seara penuh dengan perekonomian global.  Read more

1479456058613

Bayar Rp 200,- Boleh Cemari Lingkungan?

Sungguh ironis bila melihat data yang menunjukkan saat ini Indonesia menempati urutan ke-2 sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia dengan jumlah mencapai 1,29 juta ton3 sampah plastik per tahun, dimana China menempati urutan pertama penyumbang sampah plastik terbesar dengan jumlah mencapai 3,52 juta ton3 sampah plastik per tahun. Riset yang dilakukan Greeneration Indonesia dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sendiri menunjukkan bahwa ada sekitar 32 ribu toko anggota Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (APRINDO) yang berpotensi mengedarkan kantong plastik sebanyak 9,6 – 11,68 juta lembar perhari. Indonesia sudah tertinggal jauh dari negaranegara lain yang sudah lebih cepat merespon secara konkret isu persampahan plastik.[1]

Dewasa ini, isu climate change & konsumsi yang berkelanjutan dalam satu dekade ini menjadi sangat penting bagi kehidupan manusia. Dimana Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sangat fokus terhadap bagaimana konsumen dapat bersikap bijak dalam berkonsumsi dan berkontribusi terhadap kecintaan bumi. Pengurangan sampah plastik merupakan suatu bentuk konkret yang dapat dilakukan konsumen sebagai respon terhadap kondisi climate change dan konsumsi yang berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan visi YLKI untuk mengampanyekan kepada masyarakat agar menjadi Green Consumer (konsumen yang peduli pada lingkungan saat berkonsumsi). Sejalan dengan visi green consumer yang diusung oleh YLKI, pemerintah meluncurkan uji coba kebijakan kantong plastik berbayar lewat Surat Edaran Nomor S. 1230/PSLB3-PS/2016 yang dikeluarkan Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun KLHK. Dalam kebijakan tersebut ditetapkan minimal Rp. 200 per lembar kantong plastik, sudah termasuk pajak pertambahan nilai (PPN), mekanisme penjualan biasa, dan dana hasil penjualan dikelola oleh ritel sebagai CSR. Kebijakan ini merupakan upaya disinsentif bagi konsumen agar dapat mengubah perilakunya dalam berkonsumsi menjadi ramah lingkungan dengan tidak menggunakan kantong plastik. Read more

1479456058613

SATU NUSA, SATU HARGA BBM

Permasalahan harga BBM masih saja menjadi topik yang menarik untuk dibicarakan di berbagai lapisan masyarakat. Penetapan kebijakan Satu Harga BBM yang mulai dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo saat meresmikan Bandar Udara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, Provinsi Papua, Selasa 18 Oktober 2016 nantinya akan membuat harga BBM di Papua akan sama dengan di Pulau Jawa.[1] Kebijakan Satu Harga BBM  ini merupakan salah satu pengamalan dari sila kelima Pancasila yaitu, “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia”. Dengan adanya sila kelima tersebut, sudah seharusnya terdapat penyamaan harga BBM dari sabang sampai merauke. Bukankah tidak adil apabila harga BBM di Negara pelosok sangatlah tinggi semata-mata hanya karena infrastruktur pemerintah yang tidak memadai?

Bagaimana tanggapan Anda apabila mengetahui bahwa terdapat perbedaan harga BBM yang signifikan di berbagai kota/pulau di Indonesia? Apakah kita, khususnya masyarakat yang berdomisili di Pulau Jawa merasa harga BBM di berbagai daerah di Indonesia sudah adil? Apakah Anda tahu bahwa di daerah terpencil di Papua harga premium dapat mencapai angka Rp100.000,00 per liternya? Sedangkan di pulau Jawa harga premium masih sangat mudah dijangkau oleh masyarakat pada tingkat harga Rp 6.450,00/liternya.  Read more

1479456058613

Penerapan Usul Kenaikan Cukai Rokok di Indonesia Ancam Lumpuhkan Perekonomian Petani Tembakau

Sebelum membahas lebih dalam mengenai usulan kenaikan cukai rokok yang belakangan ini sangat marak dibicarakan di kalangan masyarakat, setujukan Anda dengan usulan tersebut? Apakah Anda seorang perokok aktif? atau Anda hanya seorang perokok pasif yang tidak ”menikmati” rokok namun harus ikut menanggung dampaknya? Posisi Anda sebagai perokok aktif ataupun perokok pasif dalam hal ini sudah pasti akan menentukan opini anda mengenai usulan kenaikan cukai rokok tersebut. Permasalahan cukai rokok ini merupakan sebuah permasalahan yang sangat sensitif. Ketika membicarakan mengenai usulan kenaikan cukai rokok, maka akan sangat banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, berbeda halnya ketika yang dibicarakan adalah perihal kenaikan harga petai atau bawang merah.

Harga rokok yang murah dinilai menjadi penyebab tingginya jumlah perokok di Indonesia. Dengan harga rokok di bawah 20.000 rupiah maka orang yang kurang mampu dan anak-anak usia sekolah tidak keberatan mengeluarkan uang untuk membeli rokok. Kepala Pusat Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Hasbullah Thabrany mengatakan bahwa harga rokok seharusnya dinaikkan setidaknya menjadi dua kali lipat. Dengan menaikkan harga rokok diharapkan dapat menurunkan prevalensi perokok, terutama pada masyarakat yang tidak mampu. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Hasbullah dan rekannya, menunjukkan bahwa 76 persen perokok setuju jika harga rokok dan cukai dinaikkan. Strategi menaikkan harga dan cukai rokok pun sudah terbukti efektif menurunkan jumlah perokok di beberapa negara. Tingginya jumlah perokok di Indonesia meningkatkan beban ekonomi karena banyak masyarakat yang akhirnya sakit-sakitan. Di sisi lain peningkatan harga rokok dan cukai pun bisa meningkatkan pendapatan negara. Apabila harga rokok dinaikkan dua kali lipat menjadi 50.000 rupiah maka paling tidak ada tambahan dana 70 triliun untuk bidang kesehatan.  Read more

1479456058613

YUK PERANGI PUNGLI

Beginilah rupa dari wajah perekonomian Indonesia saat ini. Tingkat perekonomian Indonesia sendiri masih tergolong dibawah dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Usut punya usut ternyata salah satu penyebab merosotnya peringkat perekonomian di Indonesia adalah tingginya biaya produksi akibat praktek pungutan liar atau pungli. Nah sebagai generasi muda tentu kita perlu mengetahui penyebab pungli, dampaknya dan solusi dalam pemberantasan pungutan liar itu sendiri.

Pungutan liar merupakan salah satu penyakit yang mengakar  yang kini menjadi pembahasan hangat, mengapa? Karena pungutan liar tidak hanya menyengsarakan masyarakat khususnya namun juga mengakibatkan iklim biaya keinginan untuk berinvestasi pada suatu sektor menjadi menurun. Ini terjadi pula berkat pungutan liar yang dilakukan oleh beberapa oknum membuat para masyarakat geram. Salah satu contohnya yakni saat ingin membuka suatu usaha yang bermodal 10 juta, kini berkat adanya pungutan liar tentu akan ada sebuah kenaikan dalam pengeluaran modal, yakni sekitar 20 juta. Sehingga belum saja mampu membuat suatu usaha, masyarakat harus mencicipi pertama kelilitan hutang berkat adanya pungutan liar. Read more

ANGKET ORMAWA

Hallo Civitas Ekonomi!

Berikut merupakan angket organisasi mahasiswa yang diperuntukan bagi peserta LKMM yang berhalangan hadir pada hari H dan waiting list. Silahkan download dengan mengklik kalimat berikut:

angket-ormawa-2016new

 

Terimakasih