gempita new info lomba 2 YES YOSSSS

INFO LOMBA II

gempita new info lomba 2 YES YOSSSS

[GEMPITA]

Halo Civitas Ekonomi!‍🙋

Bagi kalian yang ingin mengukir prestasi dengan berkompetisi, yuk lihat dan ikuti berbagai lomba menarik pada link berikut ini:

Daftar Info Lomba II

Semoga bermanfaat dan selalu pupuk jiwa pantang menyerah serta tetap semangat!

Find us :

Web                : bemfeb-unud.com

Ig                     :  bemfebunud

Line                 : @nne6923w

Twitter            : @bemfebunud

Facebook        : Bem Feb Unud

#JAYAEKONOMI

#SPIRITINDEVOTION

#BEMFEBUNUD

#BIDANGHUMAS&PROTOKOLER

S__27303983

Pengumuman Daftar Panitia Pelaksana 3rd Equilibrium Art Competition 2018

eac-1500x1000

Halo Civitas Ekonomi!
Kami mengucapkan selamat bergabung dalam kepanitiaan 3rd Equilibrium Art Competition bagi yang lolos seleksi. Untuk yang belum lolos seleksi, jangan berkecil hati karena masih banyak peluang di kepanitiaan lain. Kepada panitia yang terpilih kami mengucapkan selamat bekerja! Mari bekerjasama untuk menyukseskan acara 3rd Equilibrium Art Competition.

Untuk pengumuman selengkapnya bisa diunduh di link berikut :
Daftar Panitia EAC 2018

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi narahubung di bawah ini :
📱Dedy : 082247617004
LINE : dedymaistara
📱Tiya : 082247278548
LINE : tiyakirana

S__12951611

Pengumuman Daftar Panitia Pelaksana 5th Equilibrium Sport League 2018

S__12951609

Halo Civitas Ekonomi!
Kami mengucapkan selamat bergabung dalam kepanitiaan 5th Equilibrium Sport League bagi yang lolos seleksi. Untuk yang belum lolos seleksi, jangan berkecil hati karena masih banyak peluang di kepanitiaan lain. Kepada panitia yang terpilih kami mengucapkan selamat bekerja! Mari bekerjasama untuk menyukseskan acara 5th Equilibrium Sport League.

Untuk pengumuman selengkapnya bisa diunduh di link berikut :
Daftar Panitia ESL 2018

Untuk info lebih lanjut dapat menghubungi narahubung di bawah ini :
📱Yeslin : 082236259781/yeslinmargareta
📱 Sinta : 08113893383/sintamaryati

BITCOIN

Legalitas Penggunaan Bitcoin di Indonesia

BITCOIN

Oleh

Badan Eksekutif Mahasiswa

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

 

          Dewasa ini topik mengenai Bitcoin sedang hangat diperbincangkan di kalangan masyarakat. Beberapa ada yang mengabaikan tetapi ada juga yang tertarik bahkan sampai sangat ketergantungan akan penggunaan Bitcoin. Sesungguhnya Bitcoin merupakan salah satu mata uang dari Cryptocurrency[[1]]. Mata uang virtual ini memungkinkan masyarakat melakukan transaksi finansial secara langsung dengan bantuan perangkat elektronik tertentu. Cryptocurrency terdiri atas beberapa jenis yaitu, Bitcoin, Ripple, Altcoins, Litecoins, Ethereum, Dash, Dogecoin, Stellar, Peercoin, Bitshares, NXT, dll. Jenis cryptocurrency khususnya Bitcoin sudah digunakan sebagai media transaksi oleh beberapa negara seperti; Jepang, Amerika Serikat, Denmark, Korea Selatan, dan Finlandia[[2]]. Namun, di Indonesia sendiri Bank Indonesia menyampaikan pernyataan berupa penolakan adanya transaksi cryptocurrency seperti Bitcoin. Bank Indonesia menolak karena beberapa karakteristik dari cryptocurrency yang berpotensi menimbulkan risiko dalam penggunaannya, yaitu tidak adanya regulator, pseudonymity atau biasa dikenal dengan penyamaran identitas, dan no central authority atau tidak adanya pusat pengaturan atau pengendalian[[3]].

          Cryptocurrency atau yang disebut virtual currency oleh Bank Indonesia, bekerja dengan sistem terdesentralisasi. Dimana sistem terdesentralisasi merupakan sistem dengan sebuah jaringan yang mampu menghubungkan konsumennya tanpa pihak ketiga. Sistem terdesentralisasi ini juga memiliki sistem kerja yang hampir sama dengan peer to peer. Sistem Peer to peer merupakan sistem dimana semua komputer dapat saling terhubung tanpa adanya pihak ketiga. Jadi, seluruh komputer akan terhubung dan bertindak sebagai klien dan juga server, tidak ada pengendali dan pembagian hak akses sehingga dikatakan bahwa seluruh komputer memiliki hak yang sama. Selain itu, cryptocurrency juga menerapkan sistem blockchain. Blockchain yaitu platform dimana mata uang digital cryptocurrency dijalankan. Fungsi dari teknologi blockchain untuk mengatur dan menjaga setiap penambahan data yang tersimpan pada setiap blok. Blok-blok yang menyimpan data tersebut akan berhubungan satu sama lain dan membentuk jaringan terdesentralisasi. Dalam blockchain, setiap data yang telah disimpan atau dicatat tidak dapat dipalsukan. Blockchain sendiri bekerja tanpa pihak ketiga melainkan dikelola oleh seluruh pengguna. Misalnya terdapat grup yang terdiri atas A, B, C, D dan E. A mengirim uang sebesar Rp 100.000,00 kepada B, maka seluruh anggota akan mendapatkan notifikasi bahwa A telah mengirim uang sebesar Rp 100.000,00 kepada B dan dicatat pada catatan mereka. Nantinya catatan tersebut akan diberikan kode untuk menjaga kerahasiaan catatan.

 

PENGERTIAN DAN MEKANISME BITCOIN

          Bitcoin merupakan salah satu jenis dari cryptocurrency. Konsep dasar Bitcoin yaitu membuat sistem decentralized authority transaction tanpa adanya pihak ketiga yang dapat melakukan verifikasi dengan menggunakan konsep digital signature pada setiap transaksi[[4]]. Bitcoin awalnya dirancang pada tahun 2007, kemudian pada tahun 2008 dipublikasikan sebuah laporan penelitian bertajuk “The Cryptography Mailing List” yang berisi deskripsi dari Bitcoin sebagai mata uang digital, kemudian setahun setelah itu dirilis software Bitcoin dan meluncurkan jaringan mata uang pertamanya di internet dan munculnya sistem pertukaran tahun 2010. Sampai saat ini Bitcoin dikenal sebagai temuan dari Satoshi Nakamoto yang diprediksi merupakan seorang pria berusia 38 tahun yang berasal dari Jepang. Namun, belum dapat dipastikan siapa dan bagaimana rupa Satoshi Nakamoto, karena diduga identitas yang dipakainya hanyalah sebagai samaran. Bitcoin dirancang dapat disimpan pada komputer pribadi, atau ponsel yang menyediakan format file berupa wallet atau sebuah aplikasi dompet Bitcoin yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi penerimaan dan pengiriman Bitcoin dari atau kepada siapapun yang memiliki alamat Bitcoin dengan menggunakan jaringan internet. Dari belakang layar, Bitcoin membagi sebuah catatan yang biasa disebut “rantai blok” yang berisi segala hal yang telah diproses dan memungkinkan pengguna memverifikasi keabsahan setiap transaksi yang telah dilakukan. Selain itu, hal tersebut juga memungkinkan setiap penguna memiliki kontrol penuh atas pengiriman Bitcoin mereka[[5]]. Mekanisme dari transaksi Bitcoin, terdiri dari empat macam diantaranya[[6]] :

  1. Mining (Penambangan), suatu sistem yang menjamin nilai Bitcoin dengan memecahkan suatu perhitungan matematis yang rumit dengan menggunakan software dan hardware yang khusus (memasang aplikasi Bitcoin miner), jika pengguna berhasil memecahkan permasalahan matematis tersebut maka pengguna akan mendapatkan imbalan berupa Bitcoin.
  2. Exchange (Pertukaran), suatu sistem untuk memperoleh Bitcoin dengan mendatangi langsung exchanger Bitcoin, PT. Bitcoin Indonesia. Bitcoin yang telah diperoleh tersebut  dapat dimanfaatkan untuk jual dan beli Bitcoin atau sering disebut dengan mentransfer Bitcoin ke pengguna lain, melakukan deposit Bitcoin, dan deposit dalam mata uang Rupiah. Dalam jual beli Bitcoin akan dikenakan biaya dari exchanger yaitu sebesar 0,3% dan dalam penarikan deposit Rupiah dikenakan biaya sebesar 1%, serta penarikan deposit Bitcoin dikenakan biaya 0,0005BTC.  Sedangkan, biaya transfer Bitcoin adalah gratis, namun untuk mendapatkan fasilitas transfer yang cepat akan dikenakan biaya sekitar Rp500 – Rp3.000, berapapun jumlah pengirimannya.
  3. Commerce (Perdagangan), suatu sistem penggunaan Bitcoin oleh para pengusaha sebagai alat pembayaran. Mereka dapat menggunakan Bitcoin untuk bertransaksi dengan pembeli. Para penyedia atau pengusaha yang bersedia dibayar dengan Bitcoin disebut dengan
  4. Investment (Investasi), Bitcoin layaknya emas digital yang bisa digunakan sebagai alat investasi, karena harganya cenderung naik dari watu ke waktu. Investasi Bitcoin ini dijalankan dengan cara trading yang mirip dengan saham yaitu membeli Bitcoin saat harganya menurun atau rendah dan menjualnya saat harga naik atau tinggi yang diawali dengan melakukan deposit terlebih dahulu.

 

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BITCOIN

          Bitcoin dalam penggunaannya sebagai mata uang digital dapat dikatakan sebagai kurs global, artinya Bitcoin tidak dimiliki oleh negara manapun, menjadikannya mudah digunakan dimanapun diseluruh dunia. Hal ini menyebabkan transaksi internasional menjadi lebih mudah dan lebih cepat karena tidak ada lagi pembahasan mengenai pembayaran akan menggunakan kurs negara mana dan tentunya harga tidak dipengaruhi oleh kurs mata uang negara. Keuntungan menggunakan Bitcoin lainnya adalah kursnya tidak dikendalikan oleh bank nasional atau badan negara lainnya. Artinya, kurs Bitcoin tidak terpengaruh kondisi ekonomi negara manapun sehingga Bitcoin tidak terpengaruh oleh inflasi. Bitcoin tidak memerlukan perantara pada saat transaksi sehingga tidak membutuhkan biaya atau bebas biaya transfer. Bitcoin juga tidak perlu disimpan pada akun yang sewaktu-waktu dapat diblokir dan Bitcoin tidak memiliki batasan transaksi atau batasan lainnya seperti yang biasa ditemui di perbankan. Selain itu, untuk membuat akun Bitcoin sendiri cukup mudah yaitu hanya memerlukan alamat email dan nomor handphone untuk verifikasi keamanan tanpa perlu adanya kejelasan identitas secara detail.

        Ketergantungan yang tinggi terhadap teknologi dapat menjadi salah satu kekurangan atau kelemahan dari Bitcoin. Hal ini disebabkan jaringan peer to peer dan proses pembuatan Bitcoin membutuhkan tingkat daya komputasi yang tinggi. Selain itu, kelemahan Bitcoin dalam setiap kali ada upaya hacking ditemukan di tempat penukaran Bitcoin atau dompet virtual, operator biasanya akan menunda proses pertukaran. Hal ini akan mengganggu penggunaan Bitcoin dan mengurangi kepercayaan terhadap tempat penukaran Bitcoin. Jaringan peer to peer dan sistem yang terlalu sederhana ini juga rentan akan keamanannya[[7]]. Setiap transaksi yang dilakukan tidak bisa ditarik kembali, sehingga dapat menjadi peluang bagi para penipu. Sehingga tidak ada perlindungan atau jaminan dan tidak ada tempat pengaduan layanan seperti yang disediakan bank atau perusahaan kartu kredit. Lalu Bitcoin tidak memberi bunga dalam bentuk apapun karena Bitcoin adalah uang tunai yang disimpan sendiri, sama seperti halnya menyimpan uang di dalam dompet. Perhitungan bunga mungkin lebih dipermasalahkan oleh merchant yang melakukan jual beli Bitcoin. Selanjutnya, sistem desentralisasi yang sepertinya sangat memudahkan dan menguntungkan ternyata berbahaya karena tidak adanya pemerintahan atau perbankan yang dapat mendukungnya. Secara sederhana, Bitcoin bisa tidak bernilai di kemudian hari akibat kondisi tertentu dan apabila itu terjadi tidak ada pihak yang menangani. Bitcoin juga rentan hilang atau dicuri karena disimpan dalam file wallet yang mudah untuk dihack atau dicuri melalui malware dan virus. Selain itu, ada juga kemungkinan file rusak atau kerusakan hard drive hingga file terhapus tanpa sengaja. Beberapa kejadian akibat mudahnya Bitcoin untuk dihack diantaranya, pada tahun 2015 sekitar bulan Maret Tomas Jirikovsky ditangkap oleh kepolisian Republik Cekoslovakia atas tuduhan pencurian jutaan dolar dalam bentuk Bitcoin dari sheep marketplace, kasus penipuan skema ponzi trendon shavers, dan kasus serangan virus ransomware yang dikenal dengan virus wannacry dll[[8]].

 

 

PENGGUNAAN BITCOIN DI INDONESIA

           Di Indonesia penggunaan Bitcoin oleh masyarakat mulai meningkat seiring dengan perkembangan waktu. Bitcoin yang sering digunakan di Indonesia ada dua, yaitu sebagai alat pembayaran dan sebagai alat berinvestasi. Sebagai alat pembayaran, pengguna terlebih dahulu  harus mengunduh wallet atau dompet virtual yang bisa didapatkan dari sumber tertentu. Dompet virtual ini terdiri dari tiga jenis yaitu software wallet, mobile wallet dan web wallet. Ketiga wallet tersebut memiliki perbedaan yang terletak pada tempat Bitcoin itu disimpan[[9]]. Cukup banyak masyarakat Indonesia yang telah menggunakan Bitcoin untuk berinvestasi. Hal ini dikarenakan untuk memulai berinvestasi pada Bitcoin cukup mudah. Langkah awal yang dapat dilakukan dengan mendaftarkan diri pada situs Bitcoin yaitu Bitcoin.co.id. Setelah itu, calon pengguna harus melakukan verifikasi melalui email atau real user. Kemudian calon pengguna diharuskan untuk melakukan deposit dana dalam kurs rupiah melalui sejumlah merchant yang bekerjasama dengan Bitcoin Indonesia dan beberapa pilihan alternatif cara yaitu dapat melalui alfamart, kantor pos maupun transfer bank dengan memasukan nomor rekening terlebih dahulu. Deposit ini sendiri digunakan oleh calon pengguna untuk membeli Bitcoin sesuai dengan nominal deposit yang dimiliki. Setelah membeli koin, pengguna juga dapat menjual kembali Bitcoin tersebut[[10]].

          Perkembangan Bitcoin di Indonesia saat ini sangat pesat. Namun, Bank Indonesia selaku pengendali sistem pembayaran dan keuangan di Indonesia mempunyai pertimbangan tersendiri mengenai perizinan dan pelarangan Bitcoin di Indonesia. Bank Indonesia memutuskan Bitcoin dan semua jenis virtual currency lainnya diilegalkan di Indonesia. Hal ini terjadi dikarenakan Bank Indonesia melihat beberapa karakteristik virtual currency yang berpotensi menimbulkan risiko dalam penggunaannya. Selain dari karakteristiknya, Bank Indonesia juga melihat virtual currency mempunyai risiko yang tinggi pada area sistem pembayaran, stabilitas sistem keuangan (SSK), anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme (APU PPT), dan perlindungan konsumen.

          Pada sistem pembayaran terdapat empat risiko dari virtual currency, yaitu risiko konvertibilitas yang artinya tidak adanya jaminan untuk ditukarkan dengan fiat money, risiko perlindungan konsumen dimana tidak ada pihak yang menangani keluhan nasabah apabila terjadi permasalahan, risiko operasional yaitu keamanan sistem dan ekosistem disekelilingnya belum terbukti, dan risiko setelmen yaitu nasabah melakukan transaksi melalui virtual environment sehingga tidak ada jaminan setelmen. Pada stabilitas sistem keuangan (SSK), terdapat risiko terjadinya bubble burst karena terdapat interaksi  antara virtual currency dan ekonomi riil, risiko volatilitas harga yang tinggi karena nilainya ditentukan pada ekspektasi penawaran dan permintaan di masa mendatang (spekulatif) serta risiko regulatory arbitrage karena transaksi dapat dilakukan dari negara lain  dengan ketentuan yang lebih akomodatif. Risiko adanya aktivitas ilegal berupa pencucian uang dan pendanaan terorisme. Hal tersebut dapat terjadi karena mekanisme transfer yang tidak melewati institusi formal yang memiliki sistem APU PPT sehingga tidak dapat dilakukan identifikasi dan monitoring terhadap pergerakan transaksi. Pada area perlindungan konsumen, risiko timbul karena belum terdapat regulasi yang mengatur cryptocurrency dapat meningkatkan eksposur pengguna terhadap kerugian keuangan dan tidak terdapat pengelola yang jelas, sehingga sulit untuk meminta pertanggung jawaban  ketika terjadi permasalahan[[11]].

          Bank Indonesia telah mengerluarkan pernyataan bahwa cryptocurrency diilegalkan di Indonesia sebagai uang atau alat pembayaran. Hal ini dikarenakan adanya beberapa pertimbangan yaitu, tidak diterbitkan oleh otoritas moneter atau otoritas berwenang, tidak memenuhi karakteristik uang dan tidak mempunyai status hukum yang jelas. Tidak hanya sebagai alat pembayaran, cryptocurrency atau virtual currency juga diilegalkan sebagai komoditi karena tidak memiliki underlying asset yang mendasari nilainya, melainkan hanya berdasarkan algoritma matematis, volatilitas harga sangat tinggi dan adanya ketidakpastian supply di masa mendatang karena beberapa virtual currency membatasi penerbitan hingga jumlah tertentu serta tidak ada administrator yang bertanggung jawab atas penerbitannya. Semua pertimbangan tersebut berimplikasi kepada stabilitas sistem keuangan, APU PPT dan perlindungan konsumen. Melihat pertimbangan yang mengarah pada risiko adanya virtual currency tersebut Bank Indonesia telah menerbitkan ketentuan dan landasan dilarangnya virtual currency di Indonesia, yaitu:

  1. UU No. 7  tahun 2011  tentang Mata uang. Mata uang adalah uang yg dikeluarkan oleh NKRI dan setiap transaksi yg mempunyai tujuan pembayaran, atau kewajiban lain yg harus dipenuhi dengan uang, atau transaksi keuangan lainnya yg dilakukan di Wilayah NKRI  wajib menggunakan Rupiah.
  2. PBI No. 17/3/PBI/2015 Kewajiban Penggunaan Rupiah yang menyatakan “Seluruh transaksi di Indonesia wajib menggunakan Rupiah”.
  3. PBI No. 18/40/PBI/2016 Penyelenggaraan PTP Pasal 34: PJSP dilarang melakukan pemrosesan transaksi pembayaran dengan virtual currency
  4. PBI No. 19/12/PBI/2017 Penyelenggaraan TekFin Pasal 8: Penyelenggara TekFin dilarang melakukan kegiatan SP dengan virtual currency

 

PROSPEK BITCOIN JANGKA PANJANG

          Dalam jangka panjang, tren harga Bitcoin akan terus naik karena Jepang telah membuat peraturan yang menguntungkan bagi para pengguna Bitcoin. Bahkan perusahaan ritel pun sudah menerima pembayaran via Bitcoin. Goldman Sachs sedang mempertimbangkan untuk memulai perdagangan baru yang fokus pada mata uang digital. Dimana pada saat ini perkembangan uang digital begitu cepat dan agresif, dengan penemuan Fundstrat Global melacak terdapat sekitar 630 uang digital di pasar. Jumlah itu belum termasuk produk investasi berbasis uang digital. Hal itu pula yang membuat Dana Moneter Internasional (IMF) menaruh perhatian besar pada uang digital yang disebabkan oleh perkembangan teknologi keuangan yang mulai mengguncang layanan keuangan dan sistem pembayaran global. Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengingatkan akan bahaya uang digital terhadap sistem pembayaran global. Dengan pernyataannya kepada CNBC, beliau berfikir bahwa akan terjadinya gangguan besar. Maka dari itu, beliau menghimbau kepada bank sentral dunia untuk memberi perhatian serius pada uang digital tersebut.

          Oscar Darmawan, CEO Bitcoin Indonesia mengatakan, prospek harga Bitcoin masih bagus dan bisa kembali mencetak rekor. Beliau mengatakan bahwa “Masih sangat luas potensinya untuk menebus rekor berikutnya. Saya rasa kenaikan harga saat ini masih sangat wajar”. Di Indonesia sendiri, Bitcoin masih belum dianggap komoditas resmi. Namun, minat orang Indonesia untuk terjun berinvestasi Bitcoin sangat besar. “Saat ini, ada sekitar 500.000 anggota terdaftar di sistem Bitcoin.co.id,” ujar Oscar. Menurutnya, di Indonesia masih jauh untuk membuat produk investasi berbasis Bitcoin karena memang belum ada aturannya. “Biasanya investasi berbasis Bitcoin tersebut berupa indeks Bitcoin maupun berbentuk reksadana berdasarkan pergerakan harga Bitcoin atau fund manager.” ujarnya[[12]].

PANDANGAN MASYARAKAT

          Meskipun Bitcoin cukup berkembang pesat di Indonesia, Bitcoin dapat dikatakan masih awam di lingkungan masyarakat. Pada umumnya masyarakat yang mengetahui mengenai Bitcoin akan mencari tahu lebih dalam mengenai Bitcoin. Masyarakat yang sudah bermain Bitcoin berpendapat bahwa, mereka setuju jika Bitcoin dikatakan memiliki risiko yang sangat besar. Namun, Bitcoin juga dapat memberikan keuntungan yang besar. Selain itu, Bitcoin juga memberikan fasilitas yang memuaskan penggunanya. Misalnya, kerahasiaan penggunanya terjaga, pembeliannya mudah, dan semua orang dapat berpartisipasi di dalamnya. Dengan beberapa fasilitas yang unggul dari sistem keuangan lainnya, Bitcoin cukup disenangi oleh masyarakat, namun ada juga beberapa masyarakat yang berpendapat bahwa Bitcoin itu tidak baik, contohnya Indonesia. Hal ini dikarenakan, Indonesia merupakan salah satu negara yang tidak melegalkan penggunaan Bitcoin[[13]].

          Beberapa orang yang mengetahui mengenai Bitcoin mempunyai dua pilihan yaitu ada yang hanya tahu dan tidak menggunakan Bitcoin dan ada juga yang tahu dan memutuskan menggunakannya. Pihak yang tahu namun memutuskan tidak menggunakan Bitcoin ini karena mereka telah mencari tahu terlebih dahulu mengenai apa itu Bitcoin, bagaimana sistemnya dan hal lainnya yang berhubungan dengan Bitcoin. Lalu mereka memutuskan tidak menggunakan karena dipenuhi oleh rasa takut mengenai risiko-risiko besar yang terjadi ketika sudah menggunakan Bitcoin berdasarkan data yang mereka temukan. Beberapa risiko tersebut berupa volatilitas ekstrem, tidak ada regulasi, penipuan dan aktivitas illegal[[14]].

          Demand yang lebih tinggi daripada supplies menyebabkan adanya kelangkaan, begitu pula dengan Bitcoin yang jumlahnya terbatas serta permintaan yang jauh lebih tinggi daripada ketersediaan Bitcoin itu sendiri sehingga menyebabkan melonjaknya nilai Bitcoin. Penggunaanya yang relatif mudah dan kebebasan dalam bertransaksi menjadi daya tarik tersendiri bagi orang yang ingin terjun ke dunia investasi dengan cara yang praktis. Dari segi keamanan, Bitcoin dilindungi oleh teknologi blockchain sehingga sulit untuk melakukan pemalsuan transaksi. Bitcoin juga dapat terhindar dari inflasi karena Bitcoin tidak terpengaruh oleh politik maupun pemerintahan di negara manapun. Hal ini dapat mendorong Bitcoin menjadi “primadona” bagi para penggemar investasi karena mudah dan menguntungkan. Melihat perkembangannya saat ini, investasi menggunakan Bitcoin memang menggiurkan. Namun, setiap karakteristik dari Bitcoin seperti “mata pisau ganda” dimana kelebihan dari Bitcoin bisa menjadi kelemahannya. Tidak adanya regulator pada Bitcoin dan karakteristik pengguna Bitcoin yang identitasnya dapat disamarkan. Hal ini menjadi salah satu penyebab Bitcoin sangat berpotensi sebagai media pencucian uang dan transaksi pendanaan terorisme.

          Dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dinyatakan bahwa mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral yang disebut rupiah. Pernyataan ini secara implisit melarang penggunaan Bitcoin dan segala risiko terkait kepemilikan atau penggunaan Bitcoin menjadi tanggungan pengguna karena tidak adanya perlindungan hukum dari negara. Sehingga orang masih bebas untuk menggunakan Bitcoin sesuai keinginan masing-masing. Namun, di Singapura kepemilikan Bitcoin tidak dilarang oleh pemerintah, begitu pula dengan kegiatan transaksi yang menggunakan Bitcoin dan cara memperoleh Bitcoin dengan cara mining diperbolehkan oleh pemerintah Singapura. Ditunjang dengan keadaan perekonomian Singapura yang semakin maju karena pengaruh dari alat pembayaran virtual tersebut, pada tahun 2014 Monetary Authority of Singapore (MAS) telah mengeluarkan regulasi yang mengatur Bitcoin dan uang virtual untuk mencegah terjadinya tindak pidana pencucian uang maupun pendanaan terorisme. Pertukaran Bitcoin di Singapura sampai saat ini belum diberikan izin operasi karena dirasa belum perlu oleh pemerintah, hanya saja sejauh ini pihak berwenang selalu mengingatkan para pengguna atas risiko melakukan transaksi Bitcoin dan telah mengenakan pajak pada setiap jual beli melalui uang virtual seperti Bitcoin sebagai alat pembayaran, dimana semua barang fisik yang dipasok melalui Internet dan dilakukan di Singapura dikenakan Goods and Services Tax atau pajak transaksi sebesar 7% atas keuntungan barang tersebut. Sehingga, apabila kita membeli Bitcoin seharga $100 maka akan dikenai pajak sebesar 7% dan harus membayar sebesar $107 setelah pajak, pernyataan ini telah di diunggah pada situs resminya www.iras.gov.sg pada awal tahun 2014[[15]].

 

KESIMPULAN

          Sesungguhnya hal yang menyebabkan belum legalnya Bitcoin atau jenis cryptocurrency lainnya di Indonesia adalah belum adanya perangkat hukum yang secara khusus mengatur cryptocurrency di Indonesia. Secara kelembagaan Bitcoin dikelola oleh lembaga non pemerintah, Bitcoin tidak memiliki bentuk fisik karena berbasis digital. Namun dibalik alasan belum legalnya Bitcoin di Indonesia, pemerintah masih mengkaji penggunaan Bitcoin sebagai salah satu media investasi mengingat risiko dari Bitcoin itu sendiri. Meskipun pemerintah masih mengkaji tetapi hal tersebut tidak menghalangi perkembangan investasi Bitcoin di Indonesia. Melihat adanya potensi yang besar di masa depan akibat dari tingkat pertumbuhan yang pesat dan sebagai antisipasi perkembangan teknologi dan bisnis yang kian berkembang. Bukan hanya perlu diatur oleh otoritas moneter, cryptocurrency juga perlu mendapat kepastian perlakuan dari otoritas perpajakan di Indonesia. Dengan adanya aturan yang jelas, selain untuk kepastian hukum, potensi penerimaan pemerintah juga dapat diperoleh. Seperti halnya di Singapura, yang telah membuat regulasi dan pengenaan pajak yang resmi karena telah merasakan dampak penggunaanya cukup menunjang pertumbuhan ekonomi mereka. Di Indonesia sudah ada lebih dari 50 merchant Bitcoin baik untuk transaksi online maupun transaksi offline yang bisa dilihat pada situs http://directory.Bitcoin.co.id/. Walaupun didominasi oleh usaha restoran dan penginapan, hal ini sudah cukup membuktikan eksistensinya di negeri ini[[16]]. Berdasarkan penjelasan tersebut tidak dipungkiri bahwa perkembangan globalisasi akan terus meningkat, terlebih dalam perkembangan teknologi pada bidang keuangan. Namun, perkembangan tersebut harus diiringi dengan peraturan dan ketentuan sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik dan melindungi banyak pihak. Oleh karena itu, kami Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana merekomendasi dan menyatakan sikap terkait fenomena Bitcoin yaitu:

  1. Mendukung penggunaan teknologi dari Bitcoin dan cryptocurrency yang dapat memberikan keamanan yang baik bagi sistem keuangan di Indonesia.
  2. Mengharapkan Pemerintah membuat regulasi dan aturan pengenaan pajak yang tepat dalam mengatur keberadaan serta penggunaan Bitcoin dan cryptocurrency di Indonesia agar dapat bersaing dalam perekonomian global.
  3. Mengajak seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk lebih memperhatikan risiko dalam mempertimbangkan keputusan dalam penggunan cryptocurrency yang pada khususnya menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran maupun sarana untuk berinvestasi. (MP/IP/AP/AF/BD/KW)

 

Untuk Mendownload Kajian bisa klik Link di bawah ini :

Kajian “Legalitas Penggunaan Bitcoin di Indonesia”

 

Referensi :

[1] Cryptocurrency yaitu sebuah teknologi yang membuat mata uang digital dan teknologi ini menggunakan kriptografi yang bertujuan sebagai proteksi dan keamanan sistem sehingga tidak dapat dipalsukan. Kriptografi sendiri merupakan suatu sistem untuk menjaga kemanan dengan cara menyembunyikan identitas atau menggunakan sistem kode.

[2] Sylke Febrina Laucereno,Bitcoin Si ‘Uang Sakti’ Sudah Biasa Dipakai di Negara-negara Ini” (https://finance.detik.com/moneter/d-3633834/Bitcoin-si-uang-sakti-sudah-biasa-dipakai-di-negara-negara-ini)

[3]   Causa Iman, “Virtual Currency dan Kebijakan Bank Indonesia “ Power Point Management Lecture Series, 2018, Slide 25.

[4] Nakamoto, S, ‘Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.”, 2008, http://doi.org/10.1007/s10838-008-9062-0

[5]  Adzay, Azka. “Sejarah Bitcoin dan Misteri Penciptanya” (https://steemit.com/Indonesia/@azkadzaky/sejarah-Bitcoin-dan-misteri-penciptanya diakses pada 1 April 2018)

Anonim. “Cara Kerja Bitcoin” (https://artabitblog.wordpress.com/basis-pengetahuan/cara-kerja-Bitcoin/ diakses pada 1 April 2018)

[6]  Nurfia Oktaviani Syamsiah, “Kajian atas Cryptocurrency sebagai alat pembayaran di Indonesia”Indonesian Journal on Networking and Security, Vol 6, No 1, 2017, Hal 56.

[7]  Nurfia Oktaviani Syamsiah, “Kajian atas Cryptocurrency sebagai alat pembayaran di Indonesia”Indonesian Journal on Networking and Security, Vol 6, No 1, 2017, Hal 58.

[8]  Anonim. “Kasus Kriminal yang Memanfaatkan Teknologi Bitcoin”, 2017, (https://kumparan.com/@kumparannews/kasus-kriminal-yang-memanfaatkan-teknologi-Bitcoin diakses pada 8 April 2018)

[9]  Dhana Danella, Tiara. “Bitcoin Sebagai Alat Pemabayaran yang Legal Dalam Transaksi Online.”, Jurnal Ilmiah Universitas Brawijaya, 2018, (https://media.neliti.com/media/publications/35345-ID-Bitcoin-sebagai-alat-pembayaran-yang-legal-dalam-transaksi-online.pdf)

[10] Randi Eka, “Pandangan Pengguna Bitcoin di Indonesia (Update)”, 2017, (https://dailysocial.id/post/pandangan-pengguna-Bitcoin-di-Indonesia diakses pada 9 April 2018)

[11] Causa Iman, “Virtual Currency dan Kebijakan Bank Indonesia”, Power Point Management Lecture Series, 2018, Slide 25.

[12] Anonim. “Peringatan IMF: Uang digital bahaya.”, (http://internasional.kontan.co.id/news/peringatan-imf-uang-digital-bahaya diakses pada 30 Maret 2018)

[13] Afrisia, R.S, “BI Larang Jual Beli Bitcoin” (https://www.cnnIndonesia.com/ekonomi/20180113093443-78-268599/bi-larang-jual-beli-Bitcoin diakses pada : 30.03.2018)

[14] Librianty, A., “Risiko Berinvestasi di Bitcoin dkk.” (http://www.liputan6.com/tekno/read/3204976/5-risiko-berinvestasi-di-Bitcoin-dkk diakses pada : 30.03.2018)

[15] Dhana Danella, Tiara. “Bitcoin Sebagai Alat Pemabayaran yang Legal Dalam Transaksi Online.”, Jurnal Ilmiah Universitas Brawijaya, 2018, (https://media.neliti.com/media/publications/35345-ID-Bitcoin-sebagai-alat-pembayaran-yang-legal-dalam-transaksi-online.pdf)

[16] Nurfia Oktaviani Syamsiah, “Kajian atas Cryptocurrency sebagai alat pembayaran di Indonesia”, Indonesian Journal on Networking and Security, Vol 6, No 1, 2017, Hal 60.

 

PANITIA

Pengumuman Daftar Panitia Pelaksana 9th Equilibrium Entrepreneur Challenge 2018

equitech

🙌Halo Civitas Akademika FEB Unud🙌
Kami mengucapkan selamat bergabung dalam kepanitian 9th Equitech bagi yang lolos seleksi. Bagi yang belum lolos seleksi, jangan berkecil hati karena masih banyak peluang di kepanitiaan lain. Kepada panitia yang terpilih kami ucapkan selamat bekerja! Mari bekerjasama untuk menyukseskan acara 9th Equitech!! Untuk pengumuman selengkapnya bisa diunduh di link berikut:

Daftar Panitia Equitech 2018

Untuk info lebih lanjut bisa menghubungi narahubung dibawah ini:
📲Brahmanda : 081238180898
Line: yogabrahmanda
📲Gita : 082144253161
Line: gita_sarasmita

IMG_4142

INFO LOMBA I

IMG_4142

[GEMPITA]

Halo Civitas Ekonomi!‍🙋

GEMPITA merupakan salah satu konten baru dari BEM FEB Unud  yang akan membagikan informasi mengenai info lomba, Quotes serta Economy Pedia.

Bagi kalian yang ingin mengukir prestasi dengan berkompetisi, yuk lihat dan ikuti berbagai lomba menarik pada link berikut ini:

Daftar Info Lomba I

Semoga bermanfaat dan selalu pupuk jiwa pantang menyerah serta tetap semangat!

 

Find us :

Web                : bemfeb-unud.com

Ig                     :  bemfebunud

Line                 : @nne6923w

Twitter            : @bemfebunud

Facebook        : Bem Feb Unud

 

#JAYAEKONOMI

#SPIRITINDEVOTION

#BEMFEBUNUD

#BIDANGHUMAS&PROTOKOLER